Test Kepekaan Mikroba (Restensti test/ Sensitivity Test)
Test Kepekaan Mikroba
Tujuan : Untuk mengetahui kepekaan bakteri atau mikroba terhadap antibiotika.
Sampel :
- Urine
- Sputum
- Darah, dll.
- Jika kita menggunakan sampel seperti yang disebutkan diatas itu kita kultur atau dibiakkan.
- Dari banyak bakteri ini dibiakkan memakai media Thyoglikolat (Media cair), itu kemudian diinkubasi selama 35-37 derajat Celcius selama 18-24 jam.
setelah itu siapkan :
- blood agar (gram positif)
- mac conkey (gram negatif)
- Setiap petridisk harus ada satu warna koloni, baru diidentifikasi. jika warna koloni satu macam disebut biakkan murni, kalau sudah murni baru kita identifikasi. Untuk identifikasi bakteri kita perlu tau nama bakteri untuk mengetahui nama bakteri itu kita harus mengetahui bau, warna koloni, pewarnaan, uji biokimia, uji gula-gula. Nah dari pengujian tadi memperoleh nama bakteri dari biakkan murni. Setelah menemukan nama bakteri baru kita melakukan uji kepekaan.
- UJI KEPEKAAN :
- Media MH (Muller Hinton)
- Media DST (Diagnostic Sensitivity Testing)
- NaCL
- Lidi kapas yang steril.
- Disk antibiotika.
- Siapkan media MH sesuai dengan kebutuhan.
- Ambil 2-3 koloni murni / koloni bakteri murni, kemudian dimasukkan kedalam botol yang berisi NaCL 0,85%, kemudian di homogenkan, diinkubasi selama 15 menit dengan suhu 35-37 derajat Celcius.
- Ambil lidi kapas yang steril dan celupkan kedalam NaCL 0,85% yang sudah berisi koloni bakteri tadi dan diaduk-aduk sampai homogen.
- Lidi kapas tadi dioleskan pada media MH, harus rata agar semua tertutup dan ditunggu antara 2- 3 menit sampai apusan bakteri tadi mengering.
- Setelah kering ambil disk antibiotika ditempelkan pada permukaan MH, ditekan sedikit agar merata. Maka inkubasi kembali selama 18-24 jam dengan suhu 35-37 derajat Celcius.
- Setelah diinkubasi maka akan ada zone-zone pada daerah yang jernih artinya itu yang akan membunuh bakteri. Catatan : - kalau kuat antibiotika bakteri ini maka makin besar zone.
- kalau tidak ada zone maka antibiotika tersebut tidak bisa membunuh bakteri tsb.
Dengan mengukur zona jernih atau zona hambat, jadi mengukurnya dari tepi sampai ke tepi disebelahnya mengukurnya bisa menggunakan penggaris tapi lebih gampang lagi menggunakan Calyper (jangka sorong) dalam satuan mm. Kalau tidak ada zone berarti nol.
Standar antibiotika
Amp (Amphycilin) :
- 13-15 : intermediate (I)
- >16 : Sensitif (S)
- <13 : Resisten (R)

Komentar
Posting Komentar